Hallo...Apa kabar?
Kata itu yang akan terlintas pertama kali saat aku bertemu dia.
Entah kapan.
Kita sudah cukup lama tidak bertemu.
Dia sedang tugas luar kota.
1 minggu, 2 minggu, menurut kalian lama tidak?
Bagiku, orang yang sedang jatuh cinta jelas lama. Tidak bertemu sehari saja terasa sangat lama.
Apalagi dengan program "puasa" yang aku jalankan.
Tapi apa yang aku rasakan juga sama dengan yang ia rasakan?
Kalo menurutku sih tidak.
Menyedihkan.
Kenapa aku tahu tidak?
Kalo saja dia merasa seperti aku, pasti dia sudah memulai setidaknya mengirim SMS terlebih dahulu.
Aku menunggu, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 1 hari... Tidak ada.
Bukannya tidak mau memulai, hanya takut mengganggu.
Takut ia terganggu.
Kenapa tidak di coba? Mungkin dugaanku salah.
Tetap saja, aku takut mengganggu.
"Lupakan aku."
itu kata-katanya.
Enak saja, tidak semudah itu.
Aku sayang dia, orang yang berhasil membuatku membuka hatiku,
setelah tertutup cukup lama dan hanya untuk "dia".
Mungkin saja bisa, tapi tidak sekarang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau mungkin tahun depan.
Tidak mudah untuk membunuh perasaanku, apalagi yang baru seumur jagung ini.
Mungkin akan lebih mudah, tapi aku menolak.
"Maaf..."
"Apa kabar orang yang aku suka?"
"Apa kabar orang yang menyuruhku melupakan perasaanku?"
"Bagaimana pekerjaanmu disana?"
Dia diam.
Aku pun diam.
Sekali lagi...
"Bagaimana perjalananmu?"
"Bagaimana keadaan di sana?"
"Bisa, tidak usah terlalu banyak bertanya?" Katanya.
Lagi-lagi.
"Maaf."
Walau aku tahu kamu baik-baik saja.
Tapi aku hanya sekedar ingin tahu.
"Apa kabar orang yang aku suka?"
cinta lagi....
BalasHapus