Barusan dapet ceramah dari temen,
isinya kurang lebih karena nggak bersyukur,
nggak bersyukur punya temen banyak,
nggak bersyukur punya keluarga harmonis,
nggak bersyukur bisa sekolah sampe tinggi,
nggak bersyukur bisa ketawa setiap hari,
nggak bersyukur sampe akhirnya ngeluh melulu,
Nggak bersyukur udah bisa nyari duit sendiri,
masalahnya 1, nggak punya pacar, dan gagal melulu.
KLASIK!
Oke, kata-katamu kena, kena banget. Makasih udah nyadarin.
Tapi tiba-tiba aneh. Kenapa?
Takut pacaran.
Buat apa punya pacar, tapi bikin kita jauh dari temen gara-gara lebih milih sama pacar?
Buat apa punya pacar, tapi keluarga berantakan?
Buat apa punya pacar, tapi kuliah berantakan gara-gara sibuk pacaran?
Buat apa punya pacar, tapi nggak bisa ketawa setiap hari sama temen-temen gara-gara banyak maslah sama pacar?
Buat apa punya pacar, tapi sama aja ngeluh tentang semua hal di atas?
Buat apa punya pacar, tapi bikin males ngapa-ngapain gara-gara lebih milih pacaran?
Tapi jujur, kalo itu semua udah lengkap, nggak bisa bohong kalo kita butuh pelelngkap hidup kita,
YUP, siapa lagi kalo bukan pasangan.
Makasih teman, udah ngingetin.
2 tahun pertama setelah rutinitas debat terakhir sama "dia".
Minggu, 27 Februari 2011
Sabtu, 26 Februari 2011
Ungkapan Hati Orang Ketiga
Dulu aku pernah ada, tapi tidak sekarang.
Walau hanya menjadi yang ke3 tapi aku tetap ada, dan selalu disampingnya.
Kini aku bukan yang pertama, kedua atau bahkan yang ketiga.
Kini bahkan aku mati di ingatannya.
Dulu semua begitu indah, tapi tidak sekarang.
Walau hanya menjadi yang ketiga, tetap kurasa indah.
Karena hampir setiap hariku bersamanya.
Kini tidak lagi indah, semua musnah.
Dulu kuperjuangkan semuanya.
Demi untuk menjadi yang pertama, bukan lagi yang ketiga.
Aku merelakan segalanya demi untuk jadi satu-satunya.
Kini semua sia-sia.
Dulu aku cinta dia.
Walaupun aku tetap yang ketiga, selain mereka yang juga cinta dia.
Aku yakin akan perasaanku itu.
Kini…Aku tetap mencintai dia.
Ini hanya ungkapan hati orang yang putus asa.
Orang yang sudah dilupakan.
Tapi orang yang hatinya tetap.
Walaupun baginya semua sudah tidak mungkin.
Entah bodoh atau setia…
Yang jelas aku hampir menyerah…
(08/30/2010)
DUA
Malam Minggu ini sangat berbeda dari malam malam Minggu yang sebelumnya, entah kenapa, hati ini begitu bahagia, jantungku terus berdegup dengan kencang, seperti ingin meledak rasanya, keringat sebesar biji jagung terus mengalir dari dahiku, entah ada apa dengan diriku ini. Mungkin aku sedang mengalami yang disebut nervous, karena malam ini akan menjadi suatu malam yang istimewa dan tidak akan pernah aku lupakan.
Aku melaju perlahan dengan sepedah motor ku yang biasa kuberi nama “blekedet”, nama itu diberikan oleh seorang sahabatuku sewaktu SMA dulu. Kota ini terasa sangat indah malam ini, sangat ramai, berbeda dari malam yang lain, semua orang berpasang-pasangan, laki-laki yang mengendarai sepedah motor dan wanita duduk dibelakang dan memeluk kekasihnya dengan erat seakan tidak mau lepas. Batinku, malam ini pasti sangat hangat bagi mereka, padahal udara malam ini sangat dingin dan menusuk sampai ke tulang, karena semenjak siang tadi hujan turun dengan sangat lebat, seakan balas dendam pada kemarau yang sangat lama melanda. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka sambil berteriak dalam hati “sebentar lagi aku akan seperti kalian”.
Aku terus berjalan perlahan, aku mau menikmati tiap detik akhir dari kesendirianku, aku begitu optimis, aku yakin, aku pasti bisa. Perlahan tapi pasti dan sampailah aku didepan sebuah gerbagang besar. Entah kenapa nyaliku ciut seketika saat kupandangi gerbang itu, semua keberanian menghilang, jantungku mulai berdetak sangat kencang, seperti ada sesuatu yang menahanku untuk tidak masuk kedalam, sulit sekali rasanya untuk turun dari sepedah motorku dan melangkah menuju gerbang yang besar itu.
“Ah, aku sudah sampai di tempat ini, masak mau mundur begitu saja” batinku, aku terus meyakinkan diriku untuk masuk, kubulatkan tekadku. Perlahan aku mulai mendekat kea rah bel rumahnya, dengan tangan yang gemetar akhirnya aku tekan bel itu. Bel sudah kutekan, dan aku tahu apa artinya itu, aku harus tetap melangkah karena menurutku sudah terlanjur basah. Satu hal yang aku ingat yaitu pesan dari salah seorang temanku dia berkata “jangan bertele-tele, dia pasti sudah mengetahui tujuan kedatanganmu”. Aku manarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri.
Terdengar suara pintu terbuka, bunyinya semakin menambah rasa takutku, seperti ada sesuatu yang menyeramkan saja yang akan keluar dari dalamnya. Jantung ini berdetak semakin cepat, bila itu adalah sebuah bom mungkin akan segera meledak dan membuat tubuhku hancur berantakan, tetapi saat ini aku malah berharap demikian, karena aku tidak akan mengalami hal yang akan aku alami sesaat lagi. Hal yang sangat menakutkan bagiku. Aku menebak-nebak siapa yang akan segera kaluar, dan ternyata pembantunya, huff… lega rasanya bukan dia yang langsung keluar. Aku langsung bertanya, apakah dia ada di rumah. Perasaanku bercampur aduk saat aku dengar kalau dia sedang keluar dari tadi siang. Antara kecewa dan agak senang aku mendengar hal itu. Aku memutuskan untuk menunggu saja. Daan pembantunya mempersilahkan aku masuk dan duduk di bangku terasnya.
Ditemani oleh segelas teh hangat dan makanan kecil dimeja aku menunggunya kembali, berkali-kali aku melirik kearah jam tanganku, terasa waktu berjalan sangt lambat ditambah malam yang dingin ini. Waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih, aku semakin gelisah menunggu dan tidak sabar rasanya.
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja, karena malam sudah semakin larut, sebenarnya aku sangat kecewa karena apa yang telah aku rencanakan telah gagal total, dan aku tidak jadi mengungkapkan perasaanku padanya. Aku berpamitan lalu keluar dari pintu gerbang rumahnya. Kunyalakan motorku dan dengan perasaan yang sangat kecewa aku mulai berjalan menjauh dari rumahnya. Tak berapa lama kulihat sebuah mobil sedan merah yang bagiku itu sebuah mobil yang mewah melintas dengan perlahan disampingku. Aku menghentikan laju motorku dan menoleh kearah mobil sedan itu berhenti. Ternyata mobil itu berhenti di depan rumahnya. Aku semakin penasaran dan perlahat mendekati rumahnya dengan terus waspada takut keberadaanku diketahi orang di mobil itu. Aku segera menuju sebuah pagar tanaman yang ada di sekita situ untuk melihat saiapa sebenarnya yang akan keluar dari mobil itu.
Aku terdiam, kakiku mulai lemas, jantung berdetak lebih cepat daripada yang tadi, seperti ada air mata yang akan jatuh dari kedua mataku ini saat aku melihat siapa yang keluar dari mobil itu Aku sangat kecewa karena apa yang aku impikan dan perasaan yang kupendam selama ini hancur dan musnah begitu saja. Sebuah penantian selama 2 tahun hancur pada tanggal 2 Februari 2002. Dan hujan mulai turun lagi dengan lebat.
(2/07/2010)
Aku Mau Kamu Percaya Bukan Tahu
Kayak kamu 'percaya' kalau kamu bisa,
dan kamu mulai berusaha keras,
dan akhirnya kamu 'tahu' kalau kamu bisa.
Kayak kamu 'percaya' kalau nilai kamu akan bagus,
dan kamu mulai belajar dengan giat,
sampai akhirnya kamu 'tahu' kalau nilai kamu memang bagus.
Kayak kamu 'percaya' sama janji seseorang,
dan kamu menunggu orang itu dengan sabar,
sampai akhirnya kamu 'tahu' kalau dia benar-benar datang buat kamu.
Kayak kamu 'percaya' Tuhan itu ada,
dan mungkin setelah kamu mati dan masuk surga,
kamu nggak akan percaya lagi kalo Tuhan itu ada,
tapi kamu 'tahu' kalau Tuhan itu memang ada.
Sama halnya dengan aku.
Aku ingin kamu percaya kalau aku sayang kamu,
sampai akhirnya aku buktiin lewat perbuatan aku ke kamu, dan aku berusaha untuk buktiin omonganku,
dan nanti kamu akan 'tahu' kalau aku sayang sama kamu.
Karena aku mau kamu 'percaya', bukan 'tahu'.
Sabtu, 19 Februari 2011
Count On Me
Intro: C
Ahahuh...
VERSE:
C Em
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
Am G F
I'll sail the world to find you
C Em
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
Am G F
I'll be the light to guide you
PRE-CHORUS:
Dm Em
Find out what we're made of
F G(one strum)
When we are called to help our friends in need
CHORUS:
C Em
You can count on me like one, two, three
Am G
I'll be there
F
And I know when I need it
C Em
I can count on you like four, three, two
Am G
And you'll be there
F
'cos that's what friends are s'posed to do
C
Oh yeah
Em
Ooh ooh ooh ooh ooh...
Am G
Ooh ooh ooh ooh ooh..
F G
Yeah yeah
VERSE 2:
If you're tossin' and you're turnin' and you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will remind you, oh
PRE-CHORUS:
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
CHORUS:
You can count on me like one, two, three
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there
'cos that's what friends are s'posed to do
Oh yeah
Ooh ooh ooh ooh ooh...
Ooh ooh ooh ooh ooh...
yeah yeah
BRIDGE:
Dm Em Am G
You'll always have my shoulder when you cry
Dm Em F G
I'll never let go, never say good-bye, you know you can-
CHORUS:
-count on me like one, two, three
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like four, three, two
And you'll be there
'cos that's what friends are s'posed to do
Oh yeah
Ooh ooh ooh ooh ooh...
Ooh ooh ooh ooh ooh...
You can count on me 'cos I can count on you!
(kenapa narok lagu ini?karena saya lagi belajar bawainlagu ini :)...sampah banget kan?hahaha)HP-nya nggak salah kok
HP-nya jadi korban lagi, HP-nya di jadiin bukti kalo gravitasi bumi itu ada.
Padahal HP-nya nggak salah.
Cuma isinya aja yang bikin emosi dan kebetulan suasana hati lagi panas.
Tapi sumpah, HP-nya nggak salah kok.
Padahal HP-nya nggak salah.
Cuma isinya aja yang bikin emosi dan kebetulan suasana hati lagi panas.
Tapi sumpah, HP-nya nggak salah kok.
Karena Cokelat Itu Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Saya terlalu takut untuk mengantarnya.
Tapi cokelat itu tidak bisa berjalan sendiri.
Bahkan untuk sekedar meletakkan, lalu pergi.
Tetapi cokelat itu tidak bisa berjalan dan meletakkan dirinya sendiri.
Saya takut memberikannya.
Dan cokelat itu tetap disini,
kerena cokelat itu benar-benar tidak bisa berjalan sendiri.
Allen Say Hallo
O-llo...
kalian tentunya ingat salah satu ucapan dalam film Mega Mind, saat Mega Mind mengangkat telfon ini kan?hahaha...
Ini pertama kalinya gw nulis blog, norak emang, jaman sekarang baru kenal blog. Sebenernya udah dari dulu, tapi baru kepengen sekarang, gara-gara seorang temen gw yang udah duluan punya blog. Kasarannya, ikut-ikutan...
Blog saya ini gw kasih nama, "Little Space Of My Mind", kenapa?karena nantinya akan banyak berisi sampah-sampah nggak penting dari otak gw yang bakalan buang di sini. Semu itu adalah sebagian kecil hal-hal yang merusak dan mengganggu pikiran gw. Dulu gw nulis hal-hal kayak gitu di FB, tapi gw rasa FB bukan tempat yang aman, karena bakal di comment sama temen-temen gw. Mending kalo yang bener, kalo yang melenceng? Sakit hati doang yang ada.,,hehehe...
Oke acara pidatonya cukup sampe disini dulu ya. Bingung mau nulis apa lagi. Yang jelas selamat datang buat kalian, dan selamat memasuki "Little Space Of My Mind"...
Kalo suka sukur, kalo nggak ya gapapa.
Tapi mudah-mudahan suka, dan harus suka ya.... :)
Langganan:
Postingan (Atom)